Minggu, 30 Desember 2012

Mengungkapkan Perasaan dari Bahasa Tubuh


Bahasa tubuh dapat mengungkapnkan banyak tentang perasaan –perasaan dan pemikiran-pemikiran kita pada satu saat. Itu sebabnya, selebriti Hollywood dan para penjual menggunakan teknik tertentu untuk menutupi perasaan mereka yang sebenarnya dan tetap tenang ketika diserang dengan berbagai pernyataan atau pertanyaan.
Tidak semua orang bisa mengatur atau mengendalikan reaksi terhadap suatu peristiwa atau sesuatu yang dikatakan, karena itu, bisa membaca perasaan atau bahasa tubuh dan gerakan-gerakan seseorang sangat penting untuk komunikasi yang efektif. Dengan mengetahui perasaan seseorang, kita bisa menyampaikan pesan secara efektif atau menghindari hal-hal yang bisa merusak komunikasi. Berikut, beberapa cara membaca perasaan dengan mengamati bahasa tubuh.

Bahagia  
  • Banyak senyum
  • Otot wajah rileks dan gerakan-gerakan lincah
  • Bersenandung atau menyanyi untuk diri sendiri

Cemas atau gelisah 
  • Wajah pucat dan bibir kering
  •  Berkeringat banyak 
  • Melakukan gerak gerik tak beraturan dan banyak menggerakan mata 
  • Terus menggoyangkan kaki atau menghentak-hentakan kaki ke lantai 
  • Membuat gerakan mendadak sesudah diam sejenak 
  • Bicara gagap

 Kaget 
  • Mendadak buka mulut 
  • Mendadak melangkah mundur 
  • Membelalakan mata atau menutup mulut dengan tangan

Marah 
  • Menggebrakan meja dengan tinju dan menggunakan suara keras saat bicara 
  • Mengepalkan tangan dan condong ke depan ketika bicara dengan anda 
  • Menyeringai dan tampak seperti menggeram ketika bicara
  • Otot-otot tegang

Sedih 
  • Bibir bergetar 
  • Tak sanggup menatap mata anda dan kadang air mata menggenang di mata 
  • Badan lunglai 
  • Bicara dengan nada atau suara datar atau lemas

Kadang, bahasa tubuh yang sama bisa mengandung arti yang berbeda. Sebagai contoh, mengalihkan pandangan mata misalnya, bisa menandakan berbohong atau hanya panik saja. Untuk menerjemahkan perasaan di balik bahasa tubuh berikut, hal-hal yang harus di perhatikan.
  • Atur jarak anda dan orang yang berbicara dengan anda. Jangan terlalu dekat karena bisa membuat orang tersebut merasa anda terlalu lancang atau ambisius. Jangan terlalu jauh karena bisa diterjemahkan mengelak.
  • Perhatikan sudut tubuh. Tubuh cenderung condong ke depan jika merasa orang yang diajak bicara ramah dan menyennagkan. Menjauh jika kita merasa orang tersebut dingin atau tidak ramah. Menyilangkan lengan di depan dada menunjukan defensif. Postur ini mengatakan, saya menutup diri dari dan menghindari anda.
  • Kontak mata termasuk salah satu cara terpenting dalam berkomunikasi dengan orang lain. Menatap mata orang yang diajak bicara menunjukan respek dan senang. Orang yang terus melihat jam atau melihat sesuatu tempat yang jauh menunjukan tidak mendengarkan. Bahasa tubuh ini mengakatakan, ‘Saya harus ke tempat lain dan ada orang lain yang lebih menarik untuk diajak bicara ketimbang anda. ‘atau orang tersebut tidak mendengarkan apa yang anda katakan, tapi sibuk berpikir apa yang akan dikatakan berikutnya.
  • Orang yang tidak menatap ke mata anda menunjukan tanda pemalu atau berbohong.
  • Posisi kepala juga bicara banyak. Untuk menunjukan percaya diri atau berwibawa, atur kepala tegak dari lurus. Posisi ini mengatakan, ‘Jangan anggap remeh. Kata-kata saya penting.’ Untuk menunjukan ramah dan sennag dengan apa yang dikatakan seseorang, miringkan kepala sedikit ke samping kiri atau kanan.


Sumber : Majalah dan Tabloid AURA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar